Aksi Simbolik "Menjahit Mulut" di Tugu Kujang Bogor: Protes Bungkamnya Penegak Hukum Terkait Dugaan Skandal Pilkada 2024
Kota Bogor | Sekelompok elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Keluarga Mahasiswa Bogor menggelar aksi damai dan simbolik di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor.
Aksi ini berupa penolakan terhadap sikap bungkam aparat penegak hukum (APH) atas dugaan kasus gratifikasi dan kecurangan dalam penyelenggaraan Pilkada Kota Bogor tahun 2024 yang hingga kini belum menemui titik terang.
Ketua Umum Forum Keluarga Mahasiswa Bogor, Muhamad Fahri Ardian, menjelaskan makna dari aksi yang dilakukan bersama Pahrizal tersebut.
“Kami bersama Bang Pahrizal melaksanakan aksi simbolik menjahit mulut. Kami mempertanyakan kasus dugaan gratifikasi Pilkada 2024 yang sampai hari ini belum ada satupun tersangka yang ditetapkan oleh aparat penegak hukum,” ujar Fahri.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan gambaran atas kondisi yang terjadi.
“Bang Pahrizal melakukan aksi menjahit mulut ini sebagai lambang: sampai hari ini tidak ada satu pun APH di Kota Bogor yang berani menindak dugaan gratifikasi yang diduga dilakukan oleh salah satu pasangan peserta Pilkada 2024,” tambahnya.
Aksi ini direncanakan berlangsung selama tiga hari. Selama kurun waktu tersebut, Pahrizal akan berdiam diri dan “bungkam” sebagai simbol bentuk protes atas sikap diamnya aparat penegak hukum yang dinilai abai terhadap ketidakadilan yang terjadi, khususnya pada kasus Pilkada 2024.
“Kami berharap setelah aksi ini, APH di Kota Bogor memiliki keberanian dan komitmen untuk memberantas tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pelanggaran yang dilakukan oknum pada penyelenggaraan Pilkada tahun 2024,” pungkas Fahri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun kejaksaan di lingkungan Kota Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan dan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut. (Imas)


Posting Komentar