Bocah Dibawah Umur Di Desa Tugujaya Jadi Korban Asusila Kakek Tua Bermoral Bejat
![]() |
| Foto: Bilqis (tengah) bersama kedua orang tuanya bocah berusia 4 tahun yang menjadi korban asusila tetangganya |
Bogor | Seorang bocah bernama Bilqis perempuan yang masih dibawah umur di Kampung Benteng, RT 04 RW 01 Desa Tugujaya, Kecanatan Cigombong, Kabupaten Bogor, diduga menjadi korban asusila.
Bilqis yang masih berusia 4 tahun putri dari Ibu Irma ini menjadi korban asusila oleh tetangganya sendiri bernama Asep (65) seorang kakek yang sudah lanjut usia.
Menurut Irma, sebelum kejadian saat itu putrinya sedang bermain didepan rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB pag hari.
Tidak lama kemudian, Irma melihat Bilqis dipanggil oleh pelaku (Asep-red) dan diajak masuk ke dalam garasi mobil milik pelaku.
Hal ini juga dibenarkan oleh tetangganya pelaku didalam garasi, bahkan dirinya mendengar ada suara tangisan Bilqis disamping rumahnya yang berdekatan dengan pelaku. Namun saat hendak ditanya, dirinya tidak bisa keluar karena tengah menyusui anaknya.
"Kalau kejadiannya dua minggu yang lalu, tapi ketahuannya pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026. Tadinya Bilqis tidak cerita kenapa bisa nangis setelah pulang dari garasi pelaku, namun setelah dibujuk om nya baru cerita kalau dia dipelakukan tidak senonoh oleh pelaku dengan cara membuka baju dan celana Bilqis, parahnya lagi pelaku juga memasukan jarinya ke kemaluan Bilqis sampai putri saya menjerit kesakitan," tutur Irma menirukan ucapan Bikqis, Sabtu (4/7/2026).
Mirisnya lagi, kata Irma, saat melihat celana dalam putrinya ada bercak darah hingga membuatnya penasaran terhadap putrinya ini.
"Ternyata usuat punya usut putri saya sudah di cabuli dua kali oleh pelaku, jujur saya ga terima anak saya jadi korban pencabulan kakek tua bermoral bejat ini," ujarnya.
Berdasarkan informasi, selain Bilqis ternyata masih ada korban asusila lainnya yang diduga dilakukan oleh pelaku yakni Anisa bocah berumur 10 tahun.
Adanya tindakan tidak senonoh oleh warga Desa Tugujaya ini sudah diketahui oleh pihak RT, RW dan Kepala Desa Tugujaya.
Semwntara itu, untuk kasus Bilqis sendiri sudah dilaporkan ke unit Perlindungan Perperempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor dengan pendampingan dari Bhabinsa.
"Ya, sudah kami laporkan ke bagian unit PPA Polres Bogor, tapi sudah satu minggu ini belaum ada kejelasan lanjutannya. Kami sekeluarga sangat berharap agar kasua ini segera ditangani dan pelaku dinerat hukum sesuai UU yang berlaku di negara ini. Sebab, putri kami setiap malam selalu nangis lantaran kemaluannya sakit," harap Irma.
Sementara, Kepala Desa Tugu jaya, Mochamad Rifqi Abdilah saat dihubungi melalui pesan WhatsApp guna dimintai keterangan terkait kasus asusila ini belum memberikan komentarnya hingga berita ini diturunkan. (Eva Soeviani)


Posting Komentar