Jawa Barat | Sejarah makanan Indonesia selalu menarik untuk disimak. Lebih dari 1.000 tahun lalu alias sejak zaman Jawa kuno, makanan khas Indonesia sudah eksis dan dinikmati.
Salah satunya adalah "Urap" yang merupakan hidangan tradisional Jawa. Makanan ini sejarahnya sudah ada sejak zaman Kerajaan Medang (sekitar abad ke-10 Masehi).
Makanan ini sudah ada sejak zaman Jawa Kuno, bahkan sejak zaman ketika candi-candi di Kompleks Percandian Prambanan sedang disusun batu-batunya.
Dilansir dari berbagai sumber, makanan kuno ini masih eksis di Indonesia hingga sekarang. Bahkan, makanan ini yelah ada jauh sebelum keberadaan Jawa Barat sebagai provinsi modern dan telah tercatat dalam prasasti Linggasuntan dari era Kerajaan Medang yang menyebutkan kata "wrak-wrak" yang diartikan sebagai urap.
Untuk diketahui, Urap adalah hidangan yang berasal dari Jawa, bukan Jawa Barat. Keberadaan urap dapat ditelusuri sejak abad ke-10 Masehi, berdasarkan Prasasti Linggasuntan dari Kerajaan Medang.
Kata "urap" sendiri berasal dari bahasa Jawa "urip" yang berarti hidup. Makna filosofisnya terkandung dalam campuran sayuran yang melambangkan berbagai aspek kehidupan dan keharmonisan dengan alam, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Urap atau Urab adalah racikan sayuran rebus yang dicampur dengan parutan kelapa yang dibumbui rempah-rempah, yang menjadi makanan vegetarian tradisional di Indonesia.
Penyebaran makanan ini masuk ke berbagai daerah di Nusantara, tetapi riwayatnya berasal dari Jawa.
Makanan kuno yang masih eksis di Indonesia hingga kini, dalam bahasa Jawa adalah hidangan kuliner selada berupa sayuran yang dimasak (direbus) dan dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi cita rasa.
Saat ini, utap lazim ditemukan dalam masakan Indonesia, akan tetapi jika ditelusuri, urap berasal dari khazanah masakan Jawa.
Urap sama sekali tidak mengandung daging, namun dapat dimakan begitu saja sebagai makanan vegetarian atau sebagai sayuran teman nasi sebagai bagian dari hidangan lengkap. (**)
Biasanya, urap merupakan syarat atau hidangan penting sebagi sayur pengiring dan pelengkap tumpeng Jawa. Urap juga lazim disajikan bersama nasi kuning.
Urap sendiri punya sejarah panjang karena turut disebutkan dalam Prasasti Linggasuntan yang berangka tahun 929 Masehi dari era Kerajaan Medang.(**)
