Caringin | Kegiatan reses Anggota Komisi IX DPR RI, Ravindra Airlangga, di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya di bidang kesehatan.
Dalam acara tersebut Ravindra bersama tim Puskesmas Caringin mengadakan program cek kesehatan gratis terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Pada pertemuan itu, warga menyuarakan kebutuhan mendesak terkait ketersediaan obat untuk penderita TBC (tuberkulosis) dan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).
Selama ini, masyarakat mengaku masih mengalami kesulitan dalam memperoleh obat-obatan tersebut secara mudah dan berkelanjutan.
“Pengadaan obat TBC dan untuk ODGJ ini sangat kami butuhkan. Jangan sampai pasien tidak tertangani hanya karena obat tidak tersedia,” ungkap Hendi salah satu warga dalam forum reses.
Selain itu, dirinya juga mengusulkan peningkatan kapasitas Puskesmas dengan peralatan lebih lengkap di wilayah Caringin, agar penanganan TBC tidak harus merujuk ke luar wilayah.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai akan sangat membantu meningkatkan pelayanan sekaligus memudahkan akses masyarakat.
Karena itu, Hendi meminta Ravindra untuk memperjuangkan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Kami berharap Pak Ravindra bisa mengusulkan ke Kementerian Kesehatan agar ada Puskesmas dengan fasilitas lengkap di sini, sekaligus memastikan obat-obatan penting tersedia khususnya untuk TBC,” ujarnya.
Sementara, Ravindra menegaskan bahwa dirinya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dengan Wakil Menteri Kesehatan, Dr. Benjamin Paulus Oktavianus
Bahkan, sambungnya, belum lama ini telah menyerahkan usulan terkait penambahan peralatan Puskesmas, termasuk tes cepat molekuler dan ketersediaan regimen antibiotic untuk TBC, sekaligus regimen obat untuk TB Resisten.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak harus selalu bergantung pada Faskes Rujukan Tingkat Lanjut.
“Mengingat adanya sekitar 28,000 kasus TBC di Kabupaten Bogor, kami berterima kasih pada Dr. Benjamin yang memberi dukungan penuh untuk penanganan TBC," ujarnya.
Ravindra menjelaskan Puskesmas perlu dilengkapi dengan kapasitas diagnostik memadai seperti TCM (Tes Cepat Molekuler), obat obatan seperti OAT (Obat Anti Tuberkulosis).
"Termasuk regimen obat untuk TB RO (Tuberkulosis Resisten Obat) dan dukungan pembekalan untuk penanganan TBC tambah Ravindra," jelasnya.
Kegiatan reses ini mendapat perhatian serius dari warga dan berharap aspirasi dapat segera ditindaklanjuti ke pihak terkait dan direalisasikan.
"Jadi bagi masyarakat Caringin, ketersediaan obat dan peningkatan fasilitas kesehatan bukan sekadar kebutuhan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup dan masa depan keluarga mereka," tutupnya. (Gus)

