![]() |
| Panitia Halal Bihalal Keluarga Besar Bani Ismail, Prof. H. Ajat Mulya Tumikot, S.H., yang juga sebagai Ketua Serikat Pengacara Indonesia (SPI) DPD Bogor Raya |
Bogor | Halal bihalal keluarga besar merupakan tradisi khas Indonesia setelah Idul Fitri untuk bersilaturahmi, saling memaafkan dan mempererat ikatan persaudaraan.
Acara ini sering diisi dengan doa bersama, ramah tamah, makan bersama dan berbagi cerita untuk memperkuat kekompakan keluarga.
Gelaran halal bihalal biasanya selalu mempertimbangkan hal lain seperti kondisi kehidupan modern yang dijalani oleh sebagian besar anggota keluarga.
Banyak di antara anggota keluarga saat ini berada pada usia produktif dan bekerja di lingkungan korporasi atau organisasi formal yang memiliki keterbatasan waktu saat libur.
Pola kerja seperti ini membuat kesempatan untuk melakukan acara halal bihalal, seperti yang dilakukan keluarga besar Bani Ismail. Sehingga, secara praktis membuat silaturahmi tradisional akan menjadi mudah dilakukan secara optimal.
Dalam sambutannya, perwakilan panitia acara halal bihalal keluarga besar Bani Ismain, Prof. Ajat Mulya Tumikot, S.H., menyampaikan kegiatan ini menawarkan efisiensi yang signifikan dalam konteks silaturahmi dan mempererat ikatan persaudaraan.
"Kami melakukan pertemuan kolektif seperti ini sebagai proses silaturahmi yang dilakukan secara serentak tanpa mengurangi esensi saling memaafkan dan mempererat hubungan keluarga," katanya saat ditemui di lokasi acara halal bihalal keluarga besar Bani Ismail di Villa Kebon Ashri, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (10/5/2026).
Menurut Ajat, pada kegiatan tahun ini mengambil tama "Mengharap Ridho Allah SWT Lewat Jalur Silaturahmi". Sehingga, setiap anggota keluarga bisa saling bertemu dengan banyak kerabat dalam jalinan satu ikatan persaudaraan yang lebih kuat.
"Pendekatan ini bukan menggantikan tradisi kunjungan rumah, tetapi melengkapinya dengan cara yang lebih adaptif terhadap kondisi masing-masing saudara yang memiliki aktivitas serta lokasi tinggal berbeda-beda," ungkapnya.
Ia menjelaskan, meski hari raya Idul Fitri sudah berlalu, namun tradisi ini sangat memiliki nilai budaya dan momentum berharga yang kuat. Termasuk, menjadi simbol penghargaan terhadap generasi yang lebih tua serta generasi muda untuk bisa dilanjutkan di kemudian hari.
"Ya ini adalah kegiatan rutin keluarga besar Bani Ismail dan kami berharap tradisi seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun sekali. Tujuannya, agar dapat terus bersilaturahmi dan mempererat hubungan ikatan persaudaraan keluarga kami dimanapun berada," harap Ajat.
Halal bihalal bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momen kembali ke fitri (suci) dengan memaafkan sesama. Oleh karena itu, pada kegiatan ini, ratusan keluarga besar Bani Ismail kumpul bersama dalam acara halal bihalal yang menjadikan momen utama untuk memohon dan memberi maaf atas kesalahan sesama supaya hubungan kembali suci.
"Intinya, guna menghubungkan kembali ikatan kekeluargaan, menciptakan harmoni sosial, mencairkan suasana, menghilangkan kebencian dan mempromosikan perbuatan baik dalam kehidupan bermasyarakat serta meneguhkan kembali persaudaraan (Ukhuwah) khususnya di lingkungan keluarga besar Bani Ismail," tutupnya.
Untuk diketahui, selain di isi oleh tausiah acara ini juga di isi dengan pembagian doorprize dan tatap muka, saling sapa serta makan bersama keluarga besar Bani Ismail. (Gus)


