Momen 10 Muharram, LBH Pancakelana Putra dan Perusahaan Media Gelar Santunan Anak Yatim
Bogor | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pancakelana Putra dan perusahaan media PT Sumber Informasi Digital (SID) serta Kantor Hukum Serikat Pengacara Indonesia (SPI) DPC Bogor Raya, menggelar acara santunan untuk anak - anak yatim dan kaum janda di lokasi wisata kolam renang Putra Mulya Contage (PMC) Kampung Dukuh Rt 02 Rw 14 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sambutannya, Komisaris perusahaan media PT Sumber Informasi Digital, Prof. Mulaya Ajat Tumikot, S.H. M.M menyampaikan bahwa kegiatan santunan yang dilaksanakannya ini sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat.
"Ini adalah wujud kepedulian sosial kami yang rutin setiap tahun dilaksanakan pada bulan Muharram," ungkapnya.
Selain itu, kata Mulya, kegiatan santunan di momen 10 Muharram ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial, ungkapan rasa syukur dan komitmen untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
"Kami ingin berbagi kepada sesama umat yang membutuhkan, minimal dengan santunan ini bisa meringankan sedikit beban mereka," kata Mulya yang juga Ketua SPI DPC Bogor Raya ini.
Ia menjelaskan, pada kegiatan kali ini sedikitnya ada 200 orang yang menerima santunan dengan rincian 100 orang anak yatim dan 100 orang kaum janda yang di ambil dari wilayah seputar Desa Ciadeg.
"Untuk santunannya berupa uang dan sembako. Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi mereka," ujar Mulya.
Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar lembaga Yayasan LBH Pancakelana Putra, kantor hukum Law Office Serikat Pengacara Indonesia (SPI) dan perusahaan media pariwarabogor.com.
"Kami berharap sinergi ini tetap terbangun dan tidak hanya berhenti pada kegiatan ini, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," terang Mulya.
Sementara itu, Ketua Yayasan LBH Pancakelana Putra, Karmini S.E., M.Pd. menegaskan bahwa peringatan Lebaran Anak Yatim memiliki makna yang jauh lebih dalam dari pada sekadar memberikan bantuan materi.
"Lebaran Anak Yatim bukan sekadar memberikan santunan, tetapi menghadirkan harapan. Sebab setiap anak yatim berhak memperoleh kasih sayang, pendidikan, perlindungan hukum dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Karmini menambahkan kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karenanya, perhatian yang diberikan hari ini dapat menjadi investasi kemanusiaan yang akan melahirkan generasi yang tangguh, berdaya dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
"Intinya ini bukan hanya tentang berbagi dan menyantuni anak yatim maupun kaum janda, tapi momentum memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial. Jadi sudah menjadi tugas kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dengan penuh harapan dan kesempatan,” tegasnya.
Ia juga berharap semangat berbagi yang hadir di bulan Muharram ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi budaya yang terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kegiatan ini bukti nyata bahwa kolaborasi antar lembaga mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti ajaran Islam, khususnya di bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan," jelas Karmini. (Gus)



Posting Komentar