![]() |
| Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibungkus oleh plastik dan Styrofoam |
Jakarta | Penggunaan wadah makanan bergizi gratis (MBG) yang di distribusikan sejumlah SPPG masih menggunakan wadah atau bungkus berbahan plastik dan Styrofoam.
Plastik dan Styrofoam sangat berbahaya karena termasuk sampah B3 rumah tangga yang cukup berbahaya dan menghasilan racun Stiren. Racun ini juga cukup berbahaya bagi tubuh manusia seandainya berpindah ke makanan.
Praktisi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dwi Retnastuti menyampaikan keprihatinannya terhadap MBG yang menyediakan makanan menggunakan kemasan plastik dan styrofoam.
"Bayangkan satu anak akan mendapat 4 sampai 5 plastik ditambah kemasan plastik keresek, ada berapa juta anak yang diberi MBG. Bahkan, selain plastik, terkadang juga menggunakan kemasan styrofoam, katanya pada Minggu (8/3/2026).
Ia menerangkan, semestinya pemerintah memperhatikan hal ini, terutama kemasan untuk pemberian MBG ini.
"Semestinya pemerintah menyiapkan kemasan yang tidak sekali pakai dan tidak lagi menggunakan kemasan Plastik dan Styrofoam," ungkap Dwi Retnastuti.
Ia memaparkan, selama bulan Ramadhan tahun ini terjadi peningkatan jumlah sampah plastik mencapai 40%. Sehingga, pemerintah atau BGN harus memperhatikan hal tersebut untuk mencegah kontribusi sampah maupun limbah.
"Persoalan MBG menjadi persoalan krusial, persoalan sampah plastik dan limbah styrofoam, persoalan menunya dan kesesuaian gizinya juga masih belum bisa dipastikan," tutur aktivis WALHI Nasional ini.
Dwi menilai ada solusi bagi BGN dimana harus mensosialisasikan penggunaan wadah ramah lingkungan, setidaknya 24.000 SPPG harus andil mengurangi sampah dan limbah memberikan contoh kepada masyarakat.
"Semisal, penggunaan Daun Pisang, penggunaan Besek atau penggunaan Thinwall (Ompreng) atau stainlis yang bisa diguna ulang, bukan plastik sekali pakai," imbuh Dwi Retnastuti yang juga Direktur Lembaga Salam Institute Bandung.
Untuk diketahui, informasi yang dihimpun dari BGN melalui Hotline 127, pada 3 Maret 2026, disebutkan Sajikan Menu Tidak Sesuai Standar, BGN Tegas Tutup 43 SPPG.
Dari 24.000 SPPG yang sekarang sudah beroperasi, jika MBG yang diterima dinilai tidak layak, penerima manfaat / orang tua penerima manfaat berhak menuntut perbaikan kualitas langsung ke SPPG masing-masing atau ke BGN melalui hotline 127.
Dari sidak yang dilakukan oleh BGN dan dari laporan masyarakat, sejak 3 Maret 2026, BGN resmi menutup 43 dapur SPPG di berbagai daerah karena menyediakan menu Ramadan tidak sesuai standar.
Penutupan ini dilakukan setelah proses verifikasi lapangan, pemeriksaan dokumen, serta evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan operasional.
1. SPPG ditutup di Banten (2 Lokasi):
- SPPG Serang Anyar Kosambironyok 2
- SPPG Lebak Gunungkencana Sukanegara
2. SPPG ditutup di DK Jakarta (1 Lokasi):
- SPPG Jakarta Barat Cengkareng Cengkareng Barat 3
3. SPPG ditutup di Jawa Barat (7 Lokasi):
- SPPG Tasikmalaya Sariwangi Sirnasari 2
- SPPG Bandung Soreang Cingcin 2
- SPPG Bandung Soreang Pagaden Kamarung 1
- SPPG Garut Cibatu Padasuka
- SPPG Subang Kalijati Kalijati Timur 2
- SPPG Subang Pagaden Kamarung 1
- SPPG Garut Cibatu Padasuka 2
4. SPPG ditutup di Jawa Tengah (3 Lokasi):
- SPPG Temanggung Temanggung Giyanti
- SPPG Sragon Tanon Gading
- SPPG Brebes Banjarharjo Cikakak
5. SPPG ditutup di Jawa Timur (17 Lokasi):
- SPPG Nganjuk Nganjuk Cangkriman
- SPPG Ngawi Kedunggalar Kawu
- SPPG Ngawi Ngrambe Cepoko
- SPPG Sumenep Batang Batang Batang Daya 2
- SPPG Sumenep Pragaan Pakamban Laok 2
- SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur 2
- SPPG Sumenep Dungkek Jadung
- SPPG Bojonegoro Kepohbaru Cengkir
- SPPG Bojonegoro Kasiman Kasiman
- SPPG Jember Puger Mojosari
- SPPG Jember Tempurejo Curahnongko
- SPPG Jember Balung Balungkulon
- SPPG Situbondo Situbondo Kalibagor
- SPPG Banyuwangi Pesanggaran Sumberagung
- SPPG Banyuwangi Giri Boyolangu
- SPPG Banyuwangi Cluring Cluring
- SPPG Madiun Mejayan Mejayan
6.. SPPG ditutup di Kalimantan Barat (2 Lokasi):
- SPPG Kubu Raya Rasau Jaya Rasau Jaya Satu 2
- SPPG Kayong Utara Teluk Batang Teluk Batang
7. SPPG ditutup di Kalimantan Timur (1 Lokasi):
- SPPG Kutai Kartane
(**)

